Me Vs World
By AGUNG ARIFIN

Parkour or Free Running
Dengan segala rutinitas latihan disiplin yang dilakukan para traceurs diseluruh dunia, pastinya issue-issue yang melibatkan perdebatan antara parkour dan free running masih menjadi topic yang selalu hangat. Ada yang menyebutkan bahwa traceurs membenci free runners, ada yang mengatakan bahwa yang mengaku traceurs tidak boleh mengadaptasi training free running dan masih banyak issue-issue yang akan anda dengar. Semakin dalam anda mengenal parkour atau free running, semakin besar pula kebijakan yang harus anda buat sendiri.
Supaya tidak rancu dan tidak menyalahi philosophy yang ada antara parkour dan free running, maka artikel ini sengaja saya angkat supaya para traceurs atau free runners lebih mengerti akan eksistensi keduanya.
Mari lihat parkour dan free running dari masing-masing sisi:
ORIGIN:
Istilah free running dibuat oleh Guillaume Pelletier, salah satu dari orang yg terlibat di kreasi Jump London, sekitar tahun 2003. Awal mula kata free running adalah untuk mereferensikan “Parkour” (yg berasal dari kata perancis) menjadi bahasa international (versi bahasa inggris), sehingga dua istilah (parkour & free running) dapat di tukar-tukar ketika dituliskan atau disebutkan. Tapi, bagaimanapun Sébastien Foucan (salah satu praktisi yang ikut Jump London) memiliki pandangan Parkour yang menyimpang dari philosophy parkour yang dicetuskan David Belle (salah satu founder Parkour) sehingga para komunitas mulai menafsirkan bahwa Parkour yang di jalani Foucan sebagai “lari bebas / free running” bukan Parkour yang dijalani David Belle tetapi disiplin latihan yang dijalani (-red free runners) tetap menggunakan disiplinnya parkour (yg dibuat David Belle).
Object:
Free Running selalu bergerak dalam kebebasan dan lebih memprioritaskan gerakan innovative ketika berhadapan dengan medan-medan yang sulit atau melewati rintangan. Mereka lebih menyukai gerakan yang cantik, elegant, enak dipandang, harmonis dan flow yang rapi agar para free runners dapat mengekspresikan diri mereka dan merasakan sensasi kebebasan. Agar lebih bisa dinikmati dan lebih enjoy untuk dilakukan dan dijalani.
Video Free Running:
Origin:
Pada mulanya istilah yang digunakan adalah “L’Art du Déplacement” (Seni Berpindah Tempat). Pada tahun 1998, Hubert Koundé temannya David Belle memiliki ide nama lain yang diambil dari kata Parcours du Combattant. Karena david belle bukan seorang prajurit (marinir) lagi maka kata du Combattant (military obstacle course) dihilangkan maka tinggallah kata Parcours. Kata Parcours pun dirubah lagi dengan mengganti c dengan k agar memberikan kesan aggressive dan menyiratkan latihan yang hardcore. Kata s pada akhiran kata parcours pun dihilangkan juga karena kata parkours (dengan s) memiliki arti yang menyimpang dari philosophy Parkour yg berhubungan dengan efisiensi.
Object:
Parkour di tujukan untuk kecepatan dan efesiensi. Praktisi parkour disebut sebagai (traceur untuk laki-laki dan traceuse untuk perempuan) yang berlatih untuk meningkatkan skill dan mengembangkan keterampilan untuk bergerak melewati rintangan dengan gerakan se-efisien mungkin (tidak ada yang namanya harus bergerak indah secara acrobatics karena ini tidak efisien). Tujuan seorang traceurs adalah untuk bergerak se-efektif mungkin di dalam situasi apapun yg mana skill ini bisa di terapkan dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam situasi berbahaya.
Video Parkour:
Dengan melihat penjelasan diatas pastinya parkour dan free running keduanya hampir mirip karena free-running juga mengadaptasi disiplin parkour didalam latihan dan juga Sébastien Foucan adalah salah satu orang yang berlatih bersama David Belle pada masa awal Parkour terbentuk.
Hal-hal seperti tidak adanya kompetisi (tidak ada istilah harus saling bersaing), selalu menerapkan disiplin untuk mengembangkan keterampilan tahap demi tahap, dan saling membantu sesama, selalu di terapkan dalam keduanya (parkour dan free running).
Tujuanlah yang mendifinisikan satu tindakan. Jadi bila Parkour dan Free running memiliki tujuan dan mindset masing-masing. Maka dua hal ini berbeda dan tidak sama walaupun ada banyak kesamaan dalam gerakan.
So, teman-teman pastinya sudah mengerti apa sebenarnya membedakan parkour dan free running. Yaitu tujuan dan mindset keduanya berbeda serta ada gerakan-gerakan yang dimiliki free running yang tidak ada di parkour seperti (salto/atau acrobatics).
Tidak ada kompetisi apalagi diskriminasi antara parkour vs free running. Keduanya memiliki tujuan jadi tidak ada yang lebih baik atau buruk. Jadi bila issue yg beredar selama keduanya tetap exist janganlah dibesar-besarkan apalagi menimbulkan masalah baru yang seharusnya tidak penting!
Jika anda memilih jalan parkour jalanilah atau jika memilih free running jalani saja. Tidak ada yang melarang…
Semoga artikel ini bermanfaat sebagai referensi anda semua, tetaplah berlatih parkour atau free running (anda yang memilih) agar senantiasa bermanfaat.
Mungkin artikel saya yang “apa itu parkour” dan “apa itu freerunning” bisa menambah pengetahuan anda akan perbedaan keduanya.
Salam lima jari… “say no to drugs and let’s move”
(dari: forum parkour.net)
3 Responses to Perbedaan Parkour dan Free running
reallylife
May 18th, 2009 at 8:56 am
keren bro
ke sini Bj nambah ilmu terus
SEJARAH PARKOUR :: Free Sejarah Parkour :: Download Sejarah Georges Hebert now! | Agung Arifin
May 21st, 2009 at 1:01 am
[...] parkour sebelumnya pernah saya tulis di artikel tentang perbedaan antara parkour dan free running. Disitu dijelaskan bahwa nama parkour dicetuskan oleh teman satu team David Belle yang aslinya [...]
online
January 5th, 2010 at 8:25 am
perlu memeriksa:)